Rabu, 16 November 2011

Algoritma



Asal kata Algoritma berasal dari nama Abu Ja’far Mohammed Ibn Musa al-Khowarizmi,  ilmuan Persia yang menulis kitab al jabr w’al-muqabala (rules of restoration and reduction)  sekitar tahun 825 M 



Definisi Algoritma 
- Algoritma adalah urutan langkah logis tertentu untuk memecahkan suatu masalah.  
Yang ditekankan adalah urutan langkah logis, yang berarti algoritma harus mengikuti  suatu urutan tertentu, tidak boleh melompat-lompat. (Dari Microsoft Press Computer  and Internet Dictionaary 1997, 1998) 
- Alur pemikiran dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang dituangkan secara tertulis.  
Yang ditekankan pertama adalah alur pikiran, sehingga  algoritma seseorang dapat  juga berbeda dari algoritma orang lain.  Sedangkan penekanan kedua adalah tertulis,  yang artinya dapat berupa kalimat, gambar, atau tabel tertentu. (Dari Algoritma dan  Struktur Data dengan C, C++, dan Java oleh Moh Sjukani hal 1) 

Contoh Algoritma dalam kehidupan nyata: 
- Jika seorang ingin memasak atau membuat kue, baik itu melihat resep ataupun tidak  pasti akan melakukan suatu langkah-langkah tertentu sehingga masakannya atau 
kuenya jadi. 
- Jika seseorang ingin mengirim surat kepada kenalannya di tempat lain, langkah yang  harus dilakukan adalah: 
>> Menulis surat 
>> Surat dimasukkan ke dalam amplop tertutup 
>> Amplop ditempeli perangko secukupnya. 
>> Pergi ke Kantor Pos terdekat untuk mengirimkannya. 
Dalam bidang komputer, algoritma sangat diperlukan dalam menyelesaikan berbagai masalah pemrograman, terutama dalam komputasi numeris. Tanpa algoritma yang dirancang baik maka proses pemrograman akan menjadi salah, rusak, atau lambat dan tidak efisien. 
Pelaksana algoritma adalah Komputer.Manusia dan komputer berkomunikasi dengan cara: manusia memberikan perintah-perintah 
kepada komputer berupa instruksi-instruksi yang disebut program. 
Alat yang digunakan untuk membuat program tersebut  adalah bahasa pemrograman.  
Bahasa pemrograman sangat bermacam-macam: C, C++, Pascal, Java, C#, Basic, Perl, PHP, ASP, JSP, J#, J++ dan masih banyak bahasa lainnya.  Dari berbagai bahasa pemrograman cara memberikan instruksinya berbeda-beda namun bertujuan menghasilkan output yang sama. 

Kriteria Algoritma Menurut Donald E. Knuth 
1. Input: algoritma dapat memiliki nol atau lebih inputan dari luar. 
2. Output: algoritma harus memiliki minimal satu buah output keluaran. 
3.  Definiteness (pasti): algoritma memiliki instruksi-instruksi yang jelas dan tidak ambigu. 
4.  Finiteness (ada batas): algoritma harus memiliki titik berhenti (stopping role). 
5.  Effectiveness (tepat dan efisien): algoritma sebisa mungkin harus dapat dilaksanakan dan efektif.  Contoh instruksi yang tidak efektif adalah: A = A + 0 atau A = A * 1 
Namun ada beberapa program yang memang dirancang untuk unterminatable: contoh Sistem Operasi 

Jenis Proses Algoritma 
1. Sequence Process: instruksi dikerjakan secara sekuensial, berurutan. 
2. Selection Process: instruksi dikerjakan jika memenuhi kriteria tertentu 
3. Iteration Process: instruksi dikerjakan selama memenuhi suatu kondisi tertentu. 
4. Concurrent Process: beberapa instruksi dikerjakan secara bersama.


Contoh Algoritma 
Algoritma menghitung luas persegi panjang: 
1. Masukkan panjang (P) 
2. Masukkan lebar (L) 
3. L ← P * L 
4. Tulis L 

Dalam Algoritma, tidak dipakai simbol-simbol / sintaks dari suatu bahasa pemrograman  tertentu, melainkan bersifat umum dan  tidak tergantung pada suatu bahasa pemrograman apapun juga.  Notasi-notasi algoritma dapat digunakan untuk seluruh bahasa pemrograman manapun. 

Definisi Pseudo-code
Kode atau tanda yang menyerupai (pseudo) atau merupakan pejelasan cara menyelesaikan suatu masalah.  Pseudo-code sering digunakan oleh manusia untuk menuliskan algoritma. 

Problem: mencari bilangan terbesar dari dua bilangan yang diinputkan

0 komentar:

Posting Komentar

 

Dyah Sharaswati Copyright © 2009 Cosmetic Girl Designed by Ipietoon | In Collaboration with FIFA
and web hosting