Kamis, 08 Januari 2015

Penyakit Amandel


Amandel adakah suatu bentuk infeksi yang bisa menyebabkan masalah radang tenggorokan. Amandel pada anak sebenarnya merupakan organ yang sangat berfungsi bagi anak yang bersuia 4-10 tahun karena amandel merupakan suatu organ yang mempunyai fungsi sebagai pertahanan tubuh. Terutama pada bagian pernapasan di bagian atas. Amandel yang sudah tidak memiliki fungsi akan menjadi tempat berkumpulnya dari banyak kuman sehingga bisa menyebakan infeksin yang terjadi pada daerah tenggorokan.

Amandel pada anak sendiri bisa digolongkan ke dalam dua jenis, yakni amandel yang bersifat akut dan juga amandel yang bersifat kronis. Gejala  yang dirasakan dari radang amandel pada anak adalah ditandai dengan adanya demam, nyeri saat menelan dan juga muntah. Sedangkan radang amandel pada anak yang kronis dirasakan adanya batuk, pilek, suara yang menjadi kurang jelas, tidur dengan kondisi mulut yang terbuka, menurunnya suatu aktivitas, menjadi lemas, dan menjadi lebih sering tidur  dari biasanya kadang juga muntah.

Untuk mengatasi radang amandel pada anak bisa melakukan pemeriksaan amandel sejak mereka berusia dini untuk mengetahui apakah amandel ini mengalami pembengkakan atau tidak. Menghindari konsumsi es serta makanan yang banyak mengandung asam dan juga pedas karena hal ini bisa memperparah kondisi amandel. Menjaga daya tahan tubuh anak dengan memberikan asupan makanan yang kaya nutrisi yang cukup dan juga seimbang bagi tubuh misalnya adalah sayur dan juga buah.

Cara membuat ramuan untuk mengatasi amandel adalah :
Bahan : bubuk kering herba dari sambiloto 10-15gram, madu secukupnya saja.
Cara meramu resep : seduhlah bubuk kering herba sambiloto dengan air panas, kemudian biarkan hingga air seduhan ini dingin, dan setelah itu tambahkan dengan madu. Kemudian minumlah ramuan ini sekaligus.

Ramuan lainnya adalah :
Bahan : akar udara beringin sekitar 180 gram, cuka 1 gelas
Cara meramu resep : potonglah akar beringin seperlunya saja, kemudian direbus dengan 3 gelas air hingga air rebusan yang tersisa hanyalah 1 gelas, tambahkanlah dengan cuka dan kemudian biarkan hingga air rebusan ini menjadi dingin. Kemudian gunakan air rebusan ini sebagai obat kumur, dan lakukanlah beberapa kali sehari.
Radang amandel adalah gangguan pembengkakan pada amandel yang disebabkan oleh virus. Amandel sendiri sesungguhnya berfungsi menghambat masuknya kuman-kuman melalui mulut, hidung dan tenggorokan ke dalam tubuh. Umumnya radang amandel terjadi pada anak-anak.

Gangguan radang amandel ini menyebabkan sesak napas bagi penderitanya, kemudian timbul rasa nyeri saat menelan, serta rasa nyeri pada seluruh tubuh. Cara penularan radang amandel yang sudah akut melalui percikan air ludah. gejala klinisnya yaitu suhu tubuh naik hingga 40 derajat celcius, rasa gatal ditenggorokan, lesu, nyeri sendi, nyeri telan, tidak nafsu makan dan nyeri telinga.

Pengobatan radang amandel akut yang dialami pada anak yaitu dengan pemberian antibiotik golongan penisilin atau sulfonamide selama 5 hari, obat penurun panas dan obat kumur. Apabila anak mengalami radang amandel yang berulang (lebih dari 3 kali dalam setahun) maka merupakan indikasi untuk dilakukan operasi tonsilektomi (pengangkatan tonsil).

Pengaturan makanan pada anak penderita radang amandel adalah :
§  Usahakan anak untuk minum banyak air atau cairan seperti sari buah, susu, terutama selama demam.
§  Berikan makanan dalam bentuk lunak sehingga mempermudah anak mengunyah makanan.
§  Sebaiknya hindari minum es, sirup, es krim, gorengan, makanan yang diawetkan, makanan dan snack yang menggunakan penyedap rasa.
§  Berikan makanan sumber antiooksidan (beta karoten, vitamin C, vitamin E) untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak, seperti sayuran hijau, labu kuning, tomat, wortel, jeruk, stroberi, kiwi, jambu biji,melon, kacang-kacangan, hati, telur, dan susu.

Radang amandel (tonsilitis) disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri.Penyakit yang sering menyerang anak-anak ini ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, dan rasa nyeri saat menelan. Selain itu, jika anak membuka mulut akan terlihat tonsil yang membesar dan memerah. Untuk anak dengan radang amandel sebaiknya menghindari minuman air dingin dan bersoda usahakan minum air hangat sesering mungkin.

Operasi amandel adalah salah satu tindakan yang paling sering dilaksanakan.Berbeda dari pemikiran para dokter yang terdahulu, sekarang cukup banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa akan timbul lebih banyak masalah saluran pernapasan setelah operasi amandel daripada sebelumnya. Sekarang banyak dokter yang sepakat bahwa pembengkakan yang biasa pada amandel bukan pertanda amandel tersebut harus dibuang.

Meradang dan membengkaknya amandel hanya berarti bahwa organ tubuh ini telah diserang oleh begitu banyak kuman penyakit sehingga sel serdadunya tidak lagi mampu memusnahkan sel-sel musuh tersebut. Dokter tahu mana yang terbaik dalam mengobati penyakit amandel. Akan tetapo tidak salah jika sang pasien menganjurkan agar amandelnya tidak dioperasi seandainya memang masih bisa diselamatkan.
Dengan segala kerumitan mekanisme kerja dan pengontrolannya, kelihatannya begitu banyak masalah yang dapat timbul pada tenggorokan. Walaupun demikian, pada umumnya tenggorokan berfungfsi dengan baik sehingga ada saja orang yang jarang menyadari bahwa dia punya tenggorokan.
Sebagian orang tergoda untuk membenci amandelnya karena sering membengkak. Lebih baik merawat dan mengobati amandel yang membengkak daripada membuangnya selagi fungsi amandel itu masih baik. Sebab, sebenarnya amandel adalah bagaikan saringan kuman penyakit yang beredar didalam darah. Kuman yang terjerat disana lalu dimakan oleh sel serdadu pemakan kuman.

Disamping itu, lendit yang menyelimuti permukaan amandel dan celah-celahnya akan menjerat kuman yang melintasi permukaan lalu mengirimkan sel serdadu untuk memakan kuman tersebut.
Pencegahan umumnya ditujukan untuk mengurangi tertularnya infeksi rongga mulut dan tenggorokan yang dapat memicu terjadinya infeksi tonsil. Namun ada pula beberapa cara untuk mewaspadai terjadinya tonsil tersebut. Diantara cara pencegahan yang utamaadalah selalu mencuci tangan sesering mungkin guna mencegah penyebab mikroorganisme itu dapat menimbulkan tonsilitis. Pencucian tangan ini dilakukan bila yang bersangkutan akan memegang makanan untuk masuk kedalam mulutnya.

Disamping itu perlu selalu mencuci tangan untuk menghindari infeksi tenggorokan. Pencegahan ini dilakukan kurang 14 jam setelah penderita infeksi tenggorokan mendapatkan obat antibiotik, terutama bila penyebab itu oleh kuman. Disamping itu upayakan juga untuk tidak meminum air, baik air putih, air teh, atau air kopi yang tenah panas, sebab bisa mengakibatkan terganggunya tenggorokan.

Bila meminum air itu, sebaiknya ditunggu sampai agak dingin dulu.Disamping itu usahakan pula untuk menjauhi minuman yang mengandung alkohol atau meminum air yang bersoda atau mengandung gas, atau yang terlalu dingin, yang dapat pula merusak selaput tenggorokan.

Bila penyakit yang diderita si penderita sudah tidak mungkin lagi disembuhkan dengan obat biasa, maka yang bersangkutan perlu mengalami tindakan pengobatan tindakan operasi yang kadang-kadang perlu dilakukan. Namun tindakan operasi seperti ini tidak selalu harus dilakukan. Tindakan operasi tersebut dilakukan, bila kondisi sudah memang sudah mendesak.
Kondisi itu baru diambil bila amandel itu sudah membesar dan menyebabkan gangguan terhadap pernapasan. Disamping itu juga akibat tonsil yang membesar itu sudah menyebabkan terjadinya kesukaran untuk menelan yang berat, atau gangguan kurang mau tidur, serta komplikasi-komplikasi jantung dan paru-paru.

Pembesaran tonsil tadi juga telah mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada wajah atau mulut si penderita sehingga memerlukan tindakan dokter gigi atau dokter spesialis bedah mulut. Kadang-kadang penyakit tonsilitis itu telah juga mengakibatkan kejang-kejang dan demam, sehingga perlu tindakan untuk segera di operasi. Yang perlu mendapat perhatian bahwa tonsil itu adalah salah satu kelenjar yang berperan sebagai organ kekebalan tubuh di tenggorokan, dan kelenjar lain di lokasi itu juga masih banyak, seperti kelenjar-kelenjar getah bening yang bertebaran di sekitar tengorokan dan di bagian badan lainnya.

Dengan demikian tindakan operasi tonsilitis tidaklah demikian berpengaruh bagi mengurangi kekebalan tubuh si penderita, bila penyakit itu di operasi. Karena masih ada organ lain yang dapat menggantikan fungsinya untuk mempertahankan kekebalan tubuh seseorang. Tindakan pengobatan berupa operasi tonsil ini tentu saja merupakan jalan terakhir, bila tindakan pengobatan lain tidak begitu mempan untuk mengurangi penderitaan si penderita. Cara pengobatan itu tidaklah serta merta dapat dilakukan, tapi sebelumnya sudah melalui berbagai macam pertimbangan.

Amandel adalah sejenis penyakit tenggorokan atau tonsil dan secara medis sering disebut sebagai penyakit tenggorokan atau penyakit tonsilitis (radang tenggorokan) atau infeksi amandel. Penyakit ini sering kali diderita oleh anak-anak mulai usia 5-15 tahun.

Menurut lamanya masa inkubasi penyakit ini, maka penyakit tonsilitis ini dapat dibedakan atas tonsilitis akut (yang infeksinya berlangsung kurang dari 4 minggu) dan tonsilitis kronis (menahun) yang masa inkubasinya berlangsung sekitar 1 tahun atau kambuh 3 sampai 5 kali dalam satu tahun itu. Penyakit tonsilitis ini disebut kronis karena ia sering kali mucul secara berulang sampai 4 atau 5 kali dalam setahun. Dan masa inkubasi ini berturut-turut selama 3 tahun.

Sebagai penyebab penyakit ini diperkirakan oleh bakteri atau virus (mikro organisme). Bakteri atau virus itu menyerang tenggorokan sehingga menyebabkan terjadinya semacam radang (infeksi) pada tenggorokan penderita. Akibat serangan bakteri atau mikro organisme ini, maka tenggorokan penderita terkena infeksi dan sering kali berwarna merah dan terasa gatal-gatal. Bila serangan tengah memuncak, maka penggunaan tenggorokan sebagai jalan napas akan terganggu, dan juga terasa kurang nyaman dalam menelan suatu makanan.
Ketika penderita memakan es yang menyentuh rasa dingin, maka tenggorokan penderita merasa dirinya dipicu oleh serangan penyakit itu.
Melihat sebab-sebab yang dapat menyebabkan penyakit ini, sebaiknya penderita atau calon penderita menjauhi meminum es atau air dingin yang bisa memicu munculnya penyakit tonsil ini .

Amandel atau tonsil merupakan nama dari salah satu jenis penyakit yang cukup mengganggu kesehatan dan kelangsungan hidup dari organ mulut. Amandel yang berbentuk seperti benjolan yang ukurannya kurang lebih seperti bakso ini cukup mengganggu jalannya pernapasan serta membuat penderita menjadi kesulitan untuk menelan makanan.

Amandel jika dibiarkan secara terus-menerus akan berakibat fatal menjadi amandel kronis atau akut. Amandel jika terus mengalami peradangan dan pembengkakan akan saling bertemu dan mengganggu keluar masuknya udara serta oksigen yang di lalui oleh rongga mulut dan hidung.

Tonsilitis yang kronis dapat mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa pada tenggorokan bahkan adapula yang sampai mengeluarkan nanah pada lekukan amandel. Ciri dari amandel yang semakin kronis, seperti amandel terlihat semakin membesar, berwarna semakin merah, jika disentuh bertekstur lunak dan terdapat bintik-bintik berwarna putih kekuning-kuningan.

Amandel sebenarnya dapat disembuhkan tanpa harus melakukan tindakan operasi pengangkatan dan pembedahan amandel. Namun kebanyakan diantara mereka yang mengalami pembengkakan amandel yang semakin kronis dilakukanlah operasi pembedahan amandel yang tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar sebelum dan setelah menjalani operasi pembedahan, biaya operasi amandel yang diperlukan berkisar kurang lebih mencapai Rp. 10juta.
Namun peradangan amandel yang terjadi pada anak yang disebabkan oleh bakteri dapat diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 10 hari. Pengobatan amandel yang terjadi pada anak bila amandel yang dirasakan sudah cukup kronis sehingga kesulitan dalam menelan, dapat diberikan suntikan.
Pengangkatan tonsil atau amandel (tonsilektomi) atau operasi pembedahan amandel dilakukan jika :
-        tonsilitis terjadi sebanyak 7 kali atau lebih/tahun
-        tonsilitis terjadi sebanyak 5 kali atau lebih/tahun dalam kurun waktu 2 tahun
-        tonsilitis terjadi sebanyak 3 kali atau lebih/tahun dalam kurun waktu 3 tahun
-        tonsilitis tidak memberikan respon terhadap pemberian antibiotik.

Berikut ini ada beberapa perawatan dan pengobatan sebagai salah satu upaya mencegah amndel atau tonsil membesar dan timbulnya kembali amandel pasca operasi yang mungkin pernah dilakukan sebelumnya, diantaranya :
1.     Banyak mengkonsumsi air putih atau mineral. Tubuh membutuhkan cairan dan minral dari air putih minimal 8-10 gelas air perhari atau lebih disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan.
2.     Jangan minum air dingin, es krim, jenis makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia seperti pemanis buatan, pewarna buatan dsb.
3.     Jangan mengkonsumsi secara berlebihan pada jenis makanan yang diolah dengan menggunakan banyak minyak, seperti gorengan.
4.     Mengkonsumsi buah dan sayur. Utamakan konsumsi buah dalam bentuk sari buah atau buah yang sudah di blender agar memudahkan masuk ke dalam tenggorokan serta mempermudah komponen organ pencernaan untuk mengurai makanan.
5.     Istirahat yang cukup.
6.     Berkumur dengan menggunakan air putih hangat yang dicampur dengan sedikit garam minimal 3-4 kali dalam sehari
7.     Mengkompres leher dengan handuk atau kain yang sudah direndam dengan air hangat setiap hari.
8.     Diberikan terapi obat antibiotik dengan menggunakan resep dokter apabila terjadi infeksi bakteri dan sebagai pencegahan dari infeksi.

Dahulu kebanyakan dari mereka apabila menderita radang amandel menempuh cara dengan melakukan operasi pembedahan. Tanpa dipikir kembali, adanya kemungkinan timbulnya kembali radang amandel. Tonsilitis istilah yang digunakan dalam bahasa kedokteran dari penyakit akibat peradangan pada amandel yang disebabkan oleh adanya virus dan bakteri. Amandel pada dasarnya memiliki fungsi yang baik bagi pelindung organ mulut dari bahaya infeksi virus dan bakteri yang kemudian akan mengakibatkan seseorang kesulitan dalam bernapas dan menelan makanan. Hal ini dikarenakan radang pada amandel yang semakin membesar dan bengkak, sehingga menghambat jalannya saluran udara atau oksigen yang masuk dalam rongga mulut dan hidung tak hanya membuat penderita kesulitan untuk menelan makanan dengan baik.

Gejala dari penyakit radang amandel ini mudah diketahui dengan 5 tanda, yakni kalor, dolor, rubor, tumor dan fungsi olasea. Secara umum gejala dari radang amandel ini meliputi :
1. Tenggorokan dan kerongkongan terasa sakit ketika makan
2. Kesulitan untuk menelan makanan
3. Berasa sakit kepala
4. Tubuh merasa kedinginan dan terkadang disertai demam
5. Terjadi pembesaran dan pembengkakan pada kelenjar getah bening yang terdapat pada sekitar rahang dan leher.
6. Kehilangan suara atau suara bindeng.
Gambar radang amandel yang terletak di belakang rongga mulut bewarna merah diantara kanan dan kiri jantung lidah.

Penyebab dari radang amandel ini umumnya disebabkan oleh adanya bakteri dan virus yang masuk melalui rongga mulut dan hidung, yang diketahui bahwa amandel juga berperan penting dalam memberikan perlindungan pada rongga mulut dari kontaminasi bakteri dan virus, serta memberikan sistem kekebalan tubuh yang menghasilkan antibodi yang baik bagi tubuh dari pencegahan infeksi yang berkaitan dengan sel darah putih atau leukosit.
Ada berbagai macam virus dan bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya radang amandel, termasuk virus yang menyebabkan mononucleosis (virus Epstein-Barr) dan bakteri yang menyebabkan terjadinya radang tenggorokan (Streptococcus pyogenes).
Tonsil yakni kelenjar getah bening yang terletak di bagian belakang mulut atau puncak tenggorokan yang memiliki fungsi untuk membantu menyaring bakteri dan mikroorganisme lainnya sebagai salah satu upaya mencegah amandel dari infeksi. Namun jika tonsil atau amandel ini mengalami peradangan yang mengakibatkan amandel menjadi bengkak karena adanya bakteri atau virus yang kemudian disebut Tonsilitis. Sedangkan infeksi yang terjadi di tenggorokan dan daerah sekitaranya disebut Faringitis.
Radang amandel ini dapat menular dan berkembang jika terlalu berhubungan dekat dengan penderita amandel melalui kontak fisik. Pada umumnya radang amandel disebabkan oleh kesalahan dalam konsumsi makanan terutama pada anak maupun orang dewasa yang mudah sekali terjadi.
Penyebab lainnya yang menyebabkan radang amandel selain adanya virus atau bakteri adalah :
1.     Faktor makanan
Makanan yang banyak mengandung bahan pengawet, perasa, pemanis buatan dan pewarna kimia menjadi salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan peradangan pada amandel, seperti ice cream, permen, makanan kecil yang menggunakan bahan pengawet dsb.
2.     Kurangnya konsumsi vitamin C
Vitamin C sangat penting bagi tubuh. Dalam 1 (satu) hari minimal tubuh membutuhkan vitamin C sebanyak 500 mg dan di seimbangkan oleh vitamin dan komponen gizi serta nutrisi lainnya.
3.     Terlalu sering mengkonsumsi makanan yang dengan selera pedas.
4.     Kurangnya konsumsi air putih mineral setiap hari. Diketahui tubuh membutuhkan cairan yang salah satunya berasal dari air putih yang setiap hari kita konsumsi minimal 8-10 gelas perhari atau setara dengan 1,5-2 liter perhari.
5.     Perhatian yang kurang dari sadar kebersihan ketika sebelum dan menyentuh makanan, misalnya mencuci tangan.
Gambar : penyakit amandel

Tonsilitis yang merupakan penyakit peradangan dari amandel yang diakibatkan karena amandel mengalami pembengkakan, jika dilihat lebih jelas lagi amandel berwarna merah, bertekstur lunak dan memiliki bintik-bintik putih di sekitar permukaannya.
Infeksi yang mengakibatkan amandel meradang adanya bakteri dan virus sejenis yang paling umum adalah virus Epstein-Barr dan Virus Coxsackie dan bakteri Streptokokus A yang mengakibatkan radang pada amandel.
Amandel mudah ditemukan dan mudah terdeteksi apabila seseorang mengalami radang amandel, namun biasanya radang amandel ini akan mudah menyerang pada anak-anak dalam kisaran usia 3-7 tahun atau lebih bahkan sampai pada orang dewasa. Bahkan survei menunjukkan bahwa 1 dari 3.000 orang setiap tahunnya menderita amandel dan paling sering menyerang pada anak-anak dan remaja dengan radang amandel.
Jika amandel yang dirasa tidak terlalu parah atau menimbulkan komplikasi yang cukup membahayakan, amandel akan hilang dengan sendirinya tanpa melakukan pengobatan pada dokter. Namun apabila amandel yang dirasakan sudah cukup lama dalam hitungan berminggu-minggu, maka amandel harus segera diatasi sebelum menjadi kronis.
Amandel yang sudah kronis dapat menyebabkan komplikasi pada kesehatan organ tubuh lainnya seperti gangguan THT ( Telinga, Hidung dan Tenggorokan ) tak hanya itu juga dapat menyebabkan komplikasi pada organ penting lainnya seperti jantung.


Continue reading...

MITOS


Mitos (bahasa Yunaniμθος— mythos) atau mite (bahasa Belandamythe) adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional. Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta, dunia dan para makhluk penghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural, dan sebagainya. Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual. Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas.

Klasifikasi mitos Yunani terawal oleh Euhemerus, Plato ( Phaedrus ), dan Sallustius dikembangkan oleh paraneoplatonis dan dikaji kembali oleh para mitografer zaman Renaisans seperti dalam Theologia mythologica (1532). Mitologi perbandingan abad ke-19 menafsirkan kembali mitos sebagai evolusi menuju ilmu (E. B. Tylor), "penyakit bahasa" (Max Müller), atau penafsiran ritual magis yang keliru (James Frazer). Penafsiran selanjutnya menolak pertentangan antara mitos dan sains. Lebih lanjut lagi, mitopeia seperti novel fantasi, manga, danlegenda urban, dengan berbagai mitos buatan yang dikenal sebagai fiksi, mendukung gagasan mitos sebagai praktik sosial yang terus terjadi.

Para ahli juga banyak berpendapat tentang pengertian mitos, berikut ini beberapa diantaranya:
  • Menurut William A. Haviland: mitos adalah cerita mengenai peristiwa-peristiwa semihistoris yang menerangkan masalah-masalah akhir kehidupan manusia.
  • Menurut Cremers: mitos adalah cerita suci berbentuk simbolik yang mengisahkan serangkaian peristiwa nyata dan imajiner menyangkut asal-usul dan perubahan-perubahan alam raya dan dunia, dewa-dewi, kekuatan-kekuatan atas kodrati manusia, pahlawan, dan masyarakat.
  • Menurut Levi-Strauss: mitos adalah suatu warisan bentuk cerita tertentu dari tradisi lisan yang mengisahkan dewa-dewi, manusia pertama, binatang, dan sebagainya berdasarkan suatu skema logis yang terkandung di dalam mitos itu dan yang memungkinkan kita mengintegrasikan semua masalah yang perlu diselesaikan dalam suatu konstruksi sistematis.
  • Menurut Ahimsa-Putra: mitos adalah cerita yang “aneh” yang seringkali sulit dipahami maknanya atau diterima kebenarannya karena kisah di dalamnya “tidak masuk akal” atau tidak sesuai dengan apa yang kita temui sehari-hari.
BEBERAPA CONTOH-CONTOH MITOS:
1.    Tertimpa cicak tandanya sial. Sial di sini maksudnya dari tertimpa cicak itu sendiri. Siapa yang tidak sial kalau sedang enak – enak duduk tiba – tiba tertimpa cicak.
2.    Jangan bersiul pada malam hari  karena mengundang setan. Maksudnya adalah agar tidak mengganggu orang – orang yang sedang tidur.
3.    Memakai payung di dalam rumah berarti sial. Ya sial kalau lagi ada banyak orang di dalam rumah dan kita memakai payung. Mungkin orang – orang di sekitar Anda akan merasa terganggu atau tercolok matanya.

Mengapa mitos dipercaya?
Pada zaman dahulu, kemampuan manusia masih terbatas baik peralatan maupun pemikiran. Keterbatasan itu menyebakan pengamatan menjadi kurang seksama, dan cara pemikiran yang sederhana menyebabkan hasil pemecahan masalah memberikan kesimpulan yang kurang tepat. Dengan demikan, pengetahuan yang terkumpul belum memberikan kepuasan terhadap rasa ingin tahu manusia dan masih jauh dari kebenaran .
Perkembangan selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan non fisik (pikirannya), jadi tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan fisiknya. Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terpuaskan atas dasar pengamatan maupun pengalamannya saja untuk memuaskan alam pikirannya. Berbagai pengetahuan baru yang bermunculan dan merupakan gabungan dari pengalaman dan kepercayaan seseorang disebut mitos. Adapun cerita yang berdasarkan mitos ini disebut legenda .
Mitos ini timbul disebabkan karena keterbatasan alat indra manusia, seperti : 1. Alat penglihatan Banyak benda yang bergerak begitu cepat sehingga tak tampak oleh mata.
2. Alat pendengaran. Pendengaran manusia terbatas pada getaran yang mempunyai frekuensi dari 30 sampai 30.000 perdetik.
3. Alat pencium bau dan pengecap rasa tidak dapat memastikan benda yang dirasakannya maupun yang diciumnya. Manusia hanya bisa membedakan empat jenis rasa, yaitu manis, masam, asin , dan pahit. 
4. Alat perasa. Alat perasa pada kulit manusia dapat membedakan panas atau dingin, namun sangat relatif sehingga tidak bisa dipakai sebagai alat observasi yang tepat. Pengulangan pengamatan dengan berbagai cara dapat mengurangi kesalahan pengamatan tersebut.

Jadi, mitos itu dapat diterima oleh masyarakat pada masa itu karena :
a.    Keterbatasan pengetahuan yang disebabkan keterbatasan penginderaan baik langsung maupun dengan alat.
b.    Keterbatasan penalaran manusia pada masa itu.
c.    Hasrat ingin tahunya terpenuhi.


Continue reading...

Minggu, 04 Januari 2015

Sistem Informasi Pemasaran


     Kecenderungan saat ini jelas mengarah pada sistem-sistem fungsional (Pemasaran, Manufaktur, dan Keuangan), tetapi sistem-sistem seperti itu mengancam efisiensi dan efektifitas CBIS (Computer Based Information System) yang terintegrasi.

    Pemasaran merupakan area fungsional pertama yang menunjukkan minat pada SIM (Sistem Informasi Manajemen).

   Segera setelah konsep SIM muncul, para pemasar menyesuaikannya ke area aplikasi mereka dan menyebutnya Sistem Informasi Pemasaran (Marketing Information System / MKIS).

  Model grafis MKIS awal menjadi dasar untuk mengorganisasikan semua sistem informasi fungsional.
A. Definisi Sistem Informasi Pemasaran
Pemasaran adalah kegiatan perorangan dan organisasi   yang memudahkan dan mempercepat hubungan pertukaran dalam lingkungan yang dinamis melalui penciptaan, pendistribusian, promosi dan penentuan harga barang, jasa dan gagasan.

Sistem Informasi Pemasaran merupakan subset dari SIM yang menyediakan informasi untuk memecahkan masalah pemasaran perusahaan.

Dapat juga dikatakan bahwa Sistem Informasi Pemasaran (Marketing Information System / MKIS) adalah suatu sistem berbasis komputer yang bekerja sama denngan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pemasaran produk perusahaan.
B. Strategi Pemasaran
Tugas dari manajer pemasaran adalah mengembangkan strategi yang menerapkan sumber daya yang dimiliki perusahaan bagi pamasaran barang, jasa dan gagasan perusahaan.

Strategi pemasaran terdiri dari gabungan unsur-unsur yang dinamakanBauran Pemasaran (Marketing Mix), yaitu 4P (Product, Promotion, Place, Price).
1. Product (Produk)
Product (produk) adalah apa yang dibeli oleh konsumen untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya. Produk dapat berupa barang fisik, berbagai jenis jasa, atau suatu gagasan

2. Promotion (Promosi)
Promotion (promosi) berhubungan dengan semua cara yang mendorong penjualan produk, termasuk periklanan (advertising) dan penjualan langsung (direct sales).

     3. Place (Tempat)
Place (tempat) berhubungan dengan cara mendistribusikan produk secara fisik kepada konsumen melalui saluran distribusi.

     4. Price (Harga)
Price (harga) terdiri dari semua elemen yang berhubungan dengan apa yang dibayar oleh konsumen untuk produk yang digunakannya.

C. Evolusi Sistem Informasi Pemasaran
Pada tahun 1966, Prof. Philip Kotler dari Northwestern University, menggunakan istilah Pusat Saraf Pemasaran (Marketing Nerve Center)untuk menggambarkan suatu unit baru di dalam pemasaran yang mampu mengumpulkan dan mengolah informasi pemasaran.

Walaupun Kotler tidak menggunakan istilah sistem informasi pemasaran, tetapi itulah yang ada dalam pikirannya. Kotler mengidentifikasikan 3 jenis informasi pemasaran, yaitu :
a. Intelijen Pemasaran (Marketing Intelligent), informasi yang mengalir dari lingkungan ke perusahaan.
b. Informasi Pemasaran Intern (Internal Marketing Information), informasi yang dikumpulkan di dalam perusahaan.
c. Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication), informasi yang mengalir dari perusahaan ke lingkungan.

Gambar Arus Informasi menurut Kotler
Struktur model yang digunakan terdiri dari :
1. Subsistem input (yang mengumpulkan data dan informasi dari dalam perusahaan dan lingkungannya).
2. Database (tempat penyimpanan data).
3. Subsistem output (yang mengubah data menjadi informasi).

A. Subsistem Input Sistem Informasi Pemasaran
Dalam model Sistem Informasi Pemasaran, Subsistem Input menyediakan data bagi database.
 Subsistem Input terdiri dari :
1.      SIA (Sistem Informasi Akuntansi)
2.      Penelitian Pemasaran
3.      Intelijen Pemasaran

SIA (Sistem Informasi Akuntansi)
 SIA (Sistem Informasi Akuntansi) mengumpulkan data yang menjelaskan transaksi pemasaran perusahaan. Data tersebut dugunakan untuk menyiapkan informasi dalam bentuk laporan periodik (laporan penjualan produk yang laku dan tidak laku) dan laporan khusus (laporan penjualan produk berdasarkan daerah penjualan).

2. Penelitian Pemasaran
Penelitian Pemasaran dapat dilakukan melalui penelitian khusus mengenai operasi pemasaran untuk tujuan mempelajari kebutuhan konsumen dan meningkatkan efisiensi pemasaran.

Manajer pemasaran dapat menggunakan penelitian pemasaran untuk mengumpulkan segala jenis informasi, tetapi sebagian besar kegiatan ditujukan pada konsumen dan calon konsumen. Data yang dikumpulkan dapat berupa :

    1. Data Primer, adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh perusahaan.
    1. Data Sekunder, data yang dikumpulkan oleh orang lain.
i. Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh perusahaan, melalui wiraniaga dan para karyawan lainnya. Terdapat beberapa cara yang digunakan untuk memperoleh data primer, antara lain :
a.       Survei
b.      Wawancara Mendalam
c.       Pengamatan
d.      Pengujian Terkendali

a. Survei
Survei (Survey) dapat dilakukan dengan menanyakan langsung kepada sejumlah konsumen dengan pertanyaan yang sama melalui telepon, surat, atau kuisoner. Penekanan pada survei adalah APA yang konsumen lakukan.

b. Wawancara Mendalam
Wawancara Mendalam (In-Depth Interview) dilakukan kepada sejumlah kecil konsumen melalui beberapa pertanyaan dengan waktu wawancara yang lebih lama dibandingkan waktu survei. Penekanan wawancara mendalam adalah mendapatkan penjelasan MENGAPA konsumen bertindak demikian.

c. Pengamatan
Pengamatan (Observation) dapat dilakukan dengan mengamati perilaku tertentu atau mencari bukti bahwa hal itu terjadi. Peneliti pemasaran sering mencatat plat nomor mobil di tempat parkir pusat perbelanjaan untuk mengetahui seberapa jauh orang tersebut mengemudi, atau ada kalanya peneliti juga memeriksa sampah orang untuk mengetahui produk apa yang mereka beli.

d. Pengujian Terkendali
Pengujian Terkendali (Controlled Experiment) dilakukan untuk mengukur dampak dari suatu perlakuan tertentu (seperti iklan tertentu) terhadap suatu perilaku (seperti kemampuan untuk mengingat iklan tersebut). Pasar nyata dan ruang kelas dapat digunakan sebagai laboratorium dan mahasiswa sering menjadi subyek dalam suatu percobaan.
ii. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain untuk dijadikan referensi tambahan yang mampu mendukung data primer. Cara yang digunakan untuk mengumpulkan data sekunder adalah dengan mencarinya di surat kabar, buku atau internet.

3. Intelijen Pemasaran
Intelijen Pemasaran (Marketing Intelligence) digunakan untuk mengumpulkan informasi dari lingkungan luar perusahaan (terutama pesaing) yang berkaitan dengan operasi pemasaran. Pemasaran tidak bertanggung jawab untuk membuat arus keluar bagi pesaing, tetapi membuat arus masuk dari pesaing. Istilah Intelijen Pemasaran mengacu pada berbagai kegiatan yang etis guna mendapatkan sebanyak mungkin informasi yang berkaitan dengan pesaing.

Jadi, Intelijen Pemasaran bukan suatu kegiatan perusahaan yang satu memata-matai perusahaan yang lain guna mencuri semua data dan informasi mengenai perusahaan yang dimata-matainya tersebut. Selama tahun 1960-an dan 1970-an perusahaan-perusahaan tidak menaruh perhatian khusus untuk mendapatkan informasi mengenai pesaing mereka, tetapi persaingan global yang meningkat telah mengubahnya menjadi dramatis. Kini pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi persaingan merupakan aplikasi komputer yang penting di banyak perusahaan.

Istilah Intelijen Pemasaran (Marketing Intelligent) atau Intelijen Persaingan (Competitive Intelligent / CI) atau Intelijen Bisnis (Business Intelligent / BI)banyak digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan informasi mengenai pesaing. Informasi yang dikumpulkan disebut intelijen (intelligent).

5 tugas dasar bagi Intelijen Pemasaran, antara lain :
1.      Mengumpulkan Data, data pesaing dapat berupa data primer dan data sekunder.
2.      Mengevaluasi Data, data yang telah dikumpulkan harus diperiksa untuk memastikan akurasinya.
3.      Menganalisis Data, jarang data menjelaskan secara menyeluruh sehingga perlu dilakukan analisis untuk mengubah data menjadi informasi.
4.      Menyimpan Informasi, informasi yang telah diubah perlu disimpan sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pengambilan kembali.
5.      Menyebarluaskan Informasi, penyebarluasan informasi diperuntukkan bagi mereka yang berminat.

B. Subsistem Database Sistem Informasi Pemasaran
Database adalah suatu kumpulan data komputer yang terintegrasi, diatur dan disimpan menurut cara tertentu sehingga mudah dalam hal pengambilan kembali.  Beberapa data dalam database adalah unik bagi fungsi pemasaran, tetapi banyak yang berbagi dengan area fungsional lain.
Data yang masuk ke dalam database berasal dari subsistem input, yaitu :

    1. Sumber Internal, terdiri dari SIA, Penelitian Pemasaran.
    2. Sumber Eksternal, terdiri dari Intelijen Pemasaran.

         Data yang digunakan oleh subsistem output berasal dari database.

C. Subsistem Output Sistem Informasi Pemasaran
Tiap subsistem output menyediakan informasi tentang subsistem tersebut sebagai bagian dari bauran.
    1. Subsistem Produk (Product)
    2. Subsistem Tempat (Place)
    3. Subsistem Promosi (Promotion)
    4. Subsistem Harga (Price)
    5. Subsistem Bauran Terintegrasi
Tugas manajer pemasaran adalah mengembangkan strategi dan taktik untuk tiap unsur dalam bauran pemasaran dan kemudian mengintegrasikannya menjadi suatu rencana pemasaran yang menyeluruh.

1. Subsistem Produk (Product)
Perusahaan memutuskan untuk menyediakan suatu produk guna memenuhi kebutuhan pasar tertentu. Subsistem Produk (Product) menyediakan informasi mengenai produk perusahaan. Suatu kerangka kerja yang disebut Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) mampu menelusuri penjualan suatu produk mulai dari perkenalan, perkembangan, dewasa, dan penurunan. Siklus Hidup Produk mampu mengarahkan manajer pemasaran dalam membuat keputusan-keputusan berorientasi produk.

Siklus Hidup Produk dan Keputusan-Keputusan Strategi



Keterangan Gambar Siklus Hidup Produk :
Dalam tahap perkenalan produk, manajer pemasaran diharuskan membuat keputusan apakah akan mengembangkan dan memasarkan produk yang sudah dibuat ?. Tahap perkembangan dan dewasa mencakup waktu saat berbagai strategi perlu dipertimbangkan untuk membuat penjualan tetap berjalan. Tahap penurunan merupakan saat dimana produk sudah tidak diinginkan lagi oleh konsumen, sehingga perlu diambil keputusan alternatif apakah produk tersebut ingin dihapus ?

2. Subsistem Tempat (Place)  
 Subsistem Tempat (Place) menyediakan informasi mengenai jaringan distribusi perusahaan. Berbagai saluran distribusi yang digunakan perusahaan untuk menyalurkan produk-produknya ke konsumen merupakan unsur Tempat (Place) dalam bauran pemasaran, baik menjual langsung maupun melalui jaringan perantara (pedagang besar, pedagang perantara dan penyalur).



Arus Uang, Arus Material, dan Arus Informasi :


Produk atau material bukan satu-satunya sumber daya yang mengalir melalui saluran distribusi pemasaran. Arus material berawal dari pemasok dan berakhir di konsumen. Arus uang berawal dari konsumen dan berakhir di pemasok. Arus informasi menyediakan arus 2 arah yang menghubungkan semua peserta distribusi. Tiap  peserta distribusi harus mengetahui rincian arus material sehubungan dengan peran mereka dalam proses distribusi.
Misalnya, perusahaan manufaktur tidak harus terus memproduksi produk yang hanya akan mengumpulkan debu di rak-rak pengecer, tetapi juga harus mengetahui tingkat harga yang akan dibeli pedagang besar. Demikian juga dengan peserta yang lain juga harus mengetahui tingkat harga yang dibeli pengecer dari pedagang besar, dan tingkat harga yang akan dibeli konsumen dari pengecer. Arus informasi yang terjadi dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :

  1. Informasi Umpan Balik (Feedback Information) merupakan informasi yang mengalir dengan arah yang berlawanan dari arus material. Misalnya, jika perusahaan manufaktur mengharapkan umpan balik dari yang lain maka sesuatu harus ditawarkan sebagai imbalannya.
  2. Informasi Maju / Searah (Feedforward Information) merupakan informasi yang mengalir kepada konsumen. Misalnya, perusahaan manufaktur memberikan pengumuman produk baru, alat bantu penjualan dan promosi kepada pedagang besar.
3. Subsistem Promosi (Promotion)
Subsistem Promosi (Promotion) menyediakan informasi tentang kegiatan periklanan dan penjualan langsung. Lebih menekankan pada sifat kreatifitas bagaimana menawarkan produk sehingga konsumen tertarik untuk membelinya. Hingga saat ini, “promosi bibir” atau promosi dari mulut ke mulut merupakan promosi yang paling efisien dibandingkan dengan promosi yang menggunakan media cetak dan media elektronik

4. Subsistem Harga (Price)
Subsistem Harga (Price) menyediakan informasi yang dapat membantu manajer dalam membuat keputusan harga.
Penentuan harga dibuat berdasarkan :
    1.  Biaya
    2.  Permintaan
a.  Penentuan Harga Berdasarkan Biaya
Penentuan harga berdasarkan biaya (cost-based pricing) dilakukan dengan menghitung terlebih dahulu mengenai biaya / ongkos yang dikeluarkan perusahaan dalam menghasilkan / memperoleh produk. Setelah menentukan biaya-biaya yang telah dikeluarkan dan kemudian ditambahkan (mark up) yang diinginkan, maka diperoleh harga mengenai suatu produk

b.  Penentuan Harga Berdasarkan Permintaan
Penentuan harga berdasarkan permintaan (demand-based pricing) dilakukan dengan menyesuaikan nilai yang ditempatkan oleh konsumen terhadap suatu produk. Kunci pendekatan ini adalah memperkirakan permintaan dengan tepat. Pendekatan ini memerlukan pemahaman yang baik mengenai konsumen serta pasar, termasuk keadaan ekonomi dan persaingan.

5. Subsistem Bauran Terintegrasi
 Subsistem Bauran Terintegrasi (Integrated Mix Subsystem) memungkinkan manajer untuk mengembangkan strategi dengan mempertimbangkan dampak kombinasi dari unsur 4P (Product, Place, Promotion, Price)Hal ini dapat dicapai dengan memproyeksikan berbagai kemungkinan hasil dari berbagai kombinai unsur 4P tersebut.
Penjelasan mengenai subsistem bauran terintegrasi dalam literatur jarang didapat, karena sukarnya melakukannya dan juga adanya keinginan dari pihak perusahaan untuk menjaga kerahasiaan. Model subsistem bauran terintegrasi yang banyak dipublikasikan adalah BRANDAID, yang dikembangkan oleh Prof. John D.C. Little dari MIT. 
BRANDAID mencakup beberapa submodel untuk periklanan, promosi, harga, penjualan perorangan, dan distribusi pengecer. BRANDAID merangsang kegiatan perusahaan manufaktur yang menjual prosuk ke konsumen melalui para pengecer dalam lungkungan yang kompetetif.
Pendekatan dasar dari pendekatan ini adalah memperkirakan dampak dari berbagai pengaruh pada penjualan perusahaan manufaktur. Sama seperti model-model yang lainnya, model BRANDAID masih belum mampu menangani kejadian yang tidak terduga. Hal ini terjadi jika perusahaan yan menggunakan model BRANDAID dilanda pemogokan lalu diikuti dengan tanggapan tak terduga yang baik atas penjualan paket baru. Tetapi, model subsistem bauran terintegrasi seperti BRANDAID dapat menjadi alat yang mampu diandalkan bagi manajer pemasaran.

III.  PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI
            PEMASARAN OLEH MANAJER
Penelitian pada perusahaan Fortune 500 memberikan gambaran yang baik mengenai cara raksasa-raksasa industri menggunakan komputer sebagai alat pemasaran. Manajer pemasaran menggunakan Sistem Informasi Pemasaran untuk mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, memformulasikan bauran pemasaran, dan membuat tindak lanjut sampai sejauh mana bauran tersebut diterima oleh konsumen.
Para manajer lain dalam perusahaan juga menggunakan Sistem Informasi Pemasaran. Kita telah mengetahui bahwa intelijen pemasaran menarik bagi perusahaan secara keseluruhan dan bahwa eksekutif terlibat dalam penentuan harga. Walaupun nama sistem informasi fungsional mengimplikasikan bahwa sisetm tersebut hanya untuk menejer di area tersebut, output informasi juga dapat bernilai bagi manajer lain yang ada dalam perusahaan.
Continue reading...
 

Dyah Sharaswati Copyright © 2009 Cosmetic Girl Designed by Ipietoon | In Collaboration with FIFA
and web hosting