Rabu, 16 November 2011

Algoritma Pemrograman



Definisi Program/Pemrograman 
- Adalah kumpulan instruksi-instruksi tersendiri yang biasanya disebut source code yang 
dibuat oleh programmer (pembuat program) 

Paradigma Pemrograman 
1. Pemrograman Prosedural 
>> Berdasarkan urutan-urutan, sekuensial 
>> Program adalah suatu rangkaian prosedur untuk memanipulasi data.  Prosedur 
merupakan kumpulan instruksi yang dikerjakan secara berurutan. 
>> Harus mengingat prosedur mana yang  sudah dipanggil dan apa yang sudah 
diubah. 

2. Pemrograman Fungsional 
>> Berdasarkan teori fungsi matematika 
>> Fungsi merupakan dasar utama program. 

3. Pemrograman Terstruktur 
>> Secara berurutan dan terstrukrtur. 
>> Program dapat dibagai-bagi menjadi prosedur dan fungsi. 
>> Contoh: PASCAL dan C 

4. Pemrograman Modular 
>> Pemrograman ini membentuk banyak modul. 
>> Modul merupakan kumpulan dari prosedur dan fungsi yang berdiri sendiri 
>> Sebuah program dapat merupakan kumpulan modul-modul. 
>> Contoh: MODULA-2 atau ADA 

5. Pemrograman Berorientasi Obyek 
>> Pemrograman berdasarkan prinsip  obyek, dimana obyek memiliki 
data/variabel/property dan method/event/prosedur yang dapat dimanipulasi ¾ Contoh: C++, Object Pascal, dan Java. 

6. Pemrograman Berorientasi Fungsi 
>> Pemrograman ini berfokus pada suatu fungsi tertentu saja.  Sangat tergantung 
pada tujuan pembuatan bahasa pemrograman ini. 
>> Contoh: SQL (Structured Query Language), HTML, XML dan lain-lain. 

7. Pemrograman Deklaratif 
>> Pemrograman ini mendeskripsikan suatu masalah dengan pernyataan daripada 
memecahkan masalah dengan implementasi algoritma. 
>> Contoh: PROLOG



Langkah-langkah dalam pemrograman komputer 
1. Mendefinisikan masalah 
Ini merupakan langkah pertama yang sering dilupakan orang.  Menurut hukum Murphy 
(oleh Henry Ledgard): 
“Semakin cepat menulis program, akan semakin lama kita dapat menyelesaikannya”. 
Hal tersebut berlaku untuk permasalahan yang kompleks.  Tentukan masalahnya, apa saja yang harus dipecahkan dengan menggunakan komputer, dan apa inputan serta outputnya.

2. Menemukan solusi 
Setelah masalah didefinisikan, maka langkah berikutnya adalah menentukan solusi.  
Jika masalah terlalu kompleks, maka ada baiknya masalah tersebut dipecah menjadi modul-modul kecil agar lebih mudah diselesaikan. 
Contohnya masalah invers matriks, maka kita dapat membagi menjadi beberapa modul: 
>> meminta masukkan berupa matriks bujur sangkar 
>> mencari invers matriks 
>> menampilkan hasil kepada pengguna 
Dengan penggunaan modul tersebut program utama akan menjadi lebih singkat dan mudah dilihat. 

3. Memilih algoritma 
Pilihlah algoritma yang benar-benar sesuai dan efisien untuk permasalahan tersebut 

4. Menulis program 
Pilihlah bahasa yang mudah dipelajari, mudah digunakan, dan  lebih baik lagi jika sudah dikuasai, memiliki tingkat kompatibilitas tinggi dengan perangkat keras dan platform lainnya. 

5. Menguji program 
Setelah program jadi, silahkan uji  program tersebut dengan segala macam kemungkinan yang ada, termasuk error-handlingnya sehingga program tersebut akan benar-benar handal dan layak digunakan. 

6. Menulis dokumentasi 
Menulis dokumentasi sangat  penting agar pada suatu saat jika kita akan melakukan perubahan atau membaca source code yang sudah kita tulis dapat kita ingat-ingat lagi dan kita akan mudah membacanya.  Caranya adalah dengan menuliskan komentar-komentar kecil tentang apa maksud kode tersebut, untuk apa, variabel apa saja yang digunakan, untuk apa, dan parameter-parameter yang ada pada suatu prosedur dan fungsi. 

7. Merawat program 
Program yang sudah jadi perlu dirawat untuk mencegah munculnya bug yang sebelumnya tidak terdeteksi.  Atau mungkin juga pengguna membutuhkan fasilitas baru yang dulu tidak ada.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Dyah Sharaswati Copyright © 2009 Cosmetic Girl Designed by Ipietoon | In Collaboration with FIFA
and web hosting